POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Soal Pernyataan AHM Kalah di Tikep, Panwaslu Bakal Panggil Walikota

Kamis, 28 Desember 2017 | 18.41 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
Ismail Idris | Foto Istimewa

TIDORE,MALUT.CO - Pernyataan Walikota Tidore Kepulauan (Tikep), Capt. Ali Ibrahim bahwa Bakal Calon (Balon)  Gubernur Maluku Utara (Malut) Ahmad Hidayat Mus (AHM) kalah di daerahnya justru mendapat tanggapan serius dari Ketua Panwaslu Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Ismail Idris, SH. 

Menurut Ismail, sebagai kepala daerah sekaligus pejabat pembina kepegawaian seharusnya Ali Ibrahim dapat memposisikan diri, terutama dalam mengeluarkan pernyataan di media. Sebab apapun alasannya peryataan tersebut tidak dibenarkan. 

"Mengingat peryataan itu adalah bentuk instruksi langsung kepada masyarakat dan terlebih lagi kepada  ASN di lingkup pemerintah kota Tikep untuk tidak memilih kandidat bersangkutan sesuai pilihan masing -masing orang dalam menyalurkan hak politiknya," kata Ismail di sela-sela kunjungan ke sekretariat Pengawas Pemilu Kecamatan pada, Kamis (28/12) siang tadi. 

Apalagi, lanjut Ismail, tinggal hitungan hari saja kita sudah memasuki tahapan pesta demokrasi yang akan dilaksanakaan pada 2018 mendatang. Seharusnya sebagai pemimpin daerah ini walikota tidak menunjukan sikap dengan mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya memberi jaminan salah satu bakal calon (Balon) Gubernur yang akan maju bertarung pada pemilihan gubernur akan kalah di kota Tidore. 

"Jangan lantaran kecewa tidak menjadi pasangan AHM, lantas kekecewaan itu mendasari walikota memberikan pernyataan seperti demikian. Sama halnya walikota tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat dalam menyalurkan hak pilih mereka sebagai warga negara sebagaimana yang telah di amanatkan dalam undang-undang," jelas Ismail.

Pemimpin yang bijak, tambah dia, tidak akan mengeluarkan pernyataan seperti itu karena akan sangat mencederai pesta demokrasi mendatang.
"Biarkan masyarakat memilih sesuai hati nurani masing - masing tanpa ada unsur paksaan dan campur tangan dari pihak manapun," imbuhnya. 

Atas peryataan walikota ini, Panwaslu Kota Tikep tengah berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Maluku Utara. Dan jika peryataan tersebut terus dilakukan maka Panwaslu Kota Tidore akan melayangkan surat panggilan  kepada Walikota Capt. Ali Ibrahim guna dimintai klarifikasi.

"Kalau sampai tahapan pemilu gubernur ini sudah masuk pada tahapan selanjutnya dan dikemudian hari masih ditemukan hal serupa maka, kami akan tindak tegas," pungkasnya. 

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Capt.Ali Ibrahim setelah resmi berpisah dengan Anton Piga, dirinya pun dikabarkan menjadi bakal calon Wakil Gubernur pada Pilgub Malut mendampingi AHM dengan tagline ”AHLI” tampaknya hal tersebut tidak seperti apa yang di rencanakan.

Terlihat pada beberapa media lokal bahwa AHM yang diusung oleh Partai Golkar dan PPP untuk berpasangan dengan Rivai Umar maju pada Pilgub Malut periode 2018-2023, Hal ini membuat orang nomor satu kota Tidore ini angkat bicara kepada media ini, dirinya menyampaikan bahwa ini hanya persoalan politik dan mungkin belum berjodoh dalam momentum kali ini.
"Mungkin ini belum jodoh,” ucap walikota singkat.

Rencana perjodohan yang kembali gagal ternyata membuat Capt. Ali Ibrahim geram dengan menegaskan bahwa AHM tidak akan menang di Kota Tikep sebagai calon gubernur Maluku Utara ”saya jamin Ahmad Hidayat Mus tidak akan menang di Tidore,” tegasnya.

Ketika ditanya soal kekecewaannya terhadap Ahmad Hidayat Mus, dirinya menyampaikan." Mungkin ini belum jodoh dan saya lebih memilih untuk mengabdi untuk masyarakat sebagai Walikota Tikep,” ungkapnya.

Dia mengaku, hanya bisa menunggu perintah partai untuk bisa memenangkan kandidat yang akan diusung oleh PDI-Perjuangan, entah nanti ke siapan pun rekomendasi itu dirinya tetap siap untuk memenangkan. 

”Saya hanya bisa menunggu perintah partai, tapi saya jamin AHM tidak akan menang di kota Tidore sebab kita punya tim yang sudah ada,” tutup walikota.

Red

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru