POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Kasus Ijazah Bodong Marajalela, Setelah Togoliua, Kini Giliran Kades Ngidiho

Rabu, 01 November 2017 | 21.23 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
Suasana aksi di depan kantor Bupati | Foto Mufrid Tawary

TOBELO,MALUT.CO - Kasus penggunaan ijazah bodong mulai terungkap satu per satu. Setelah Sunarto Hamam, Kepala Desa (Kades) terpilih Togoliua, kini giliran Kades Ngidiho,  Kecamatan Galela Barat, Kamal Abdullah. Dia diduga pakai ijazah bodong untuk meraih kursi Kades itu. 

Dugaan warga Desa Ngidiho terhadap ijazah palsu pemimpin mereka itu terungkap dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Bupati Halmahera Utara (Halut) pada, Rabu 01 November 2017.

Koordinator Aksi, Al Said Sadik mengatakan, ijazah paket B pada sekolah menengah pertama (SMP),  milik Kamal yang menerangkan lulus di tahun 2002, sebagaimana dipakai dalam pemilihan Kades itu ternyata dipalsukan. Ini terbongkar setelah masyarakat mengkonfirmasi di Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara (Malut). 

“Tentu ini pelanggaran berat. Maka si Kamal harus diproses secara hukum. Karena diduga telah memalsukan dokumen negara,” pungkasnya. 

Tak hanya itu kata Said, Kamal juga mengganti nama atau marga tanpa melalui Pengadilan Negeri (PN), Halut.

“Jika ditinjau dari aspek hukum tindakan Kamal ini cukup berat,” Teriaknya. 

Menurut Said, dari sekian Problem Pilkades di Halut, menunjukan bahwa kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD) Halut bisa dibilang buruk. Sebab, sejumlah calon Kades bisa lolos dalam Verifikasi berkas.

“Kami minta Bupati Halut juga mengevaluasi Nyoter J Koenae selaku Kadis DPMD,” Tegas Said. 

Amrullah, salah satu massa aksi menambahkan, agar Pemerintah Daerah (Pemda), dalam hal ini Bupati Halut Frans Manery, membatalkan pelantikan Kamal  sebagai Kades pada periode 2017-2023. dan menindaklanjuti pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Kamal. 

“Bila hal ini diabaikan kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” ancamnya. 

Sekadar diketahui, aksi yang dilakukan tadi mengatasnamakan masyarakat Desa Ngidiho. Mereka datang menggunakan satu unit Dump Truck dan satu Unit Pick Up lengkap menggunakan Sound Sistem.

 Zet

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru