POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Bau Busuk 'Kepung' RSUD Tobelo

Minggu, 05 November 2017 | 22.02 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
Sampah sisa medis yang dibiarkan | Foto Mufrid Tawary

TOBELO,MALUT.CO - Bau busuk yang mengepung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), akhir-akhir ini sangat menganggu pengunjung maupun pasien yang datang.  

Bau busuk yang mengganggu kenyamanan setiap pengunjung dan pasien itu ternyata bersumber dari puluhan ton sampah sisa medis yang diabaikan begitu saja. Berserakan, bertumpuk selama setahun itu tak kunjung dibersihkan oleh petugas kebersihan. 

Risno, salah satu warga mengaku, udara di RSUD sudah tak lagi segar. Ini lantaran bau sampah sudah mulai tercium dimana-mana. Meski, sampah yang ditumpuk sudah membumbung tinggi, namun pihak RSUD terkesan acuh. 

“Jika sampah itu dibiarkan begitu saja. Pasti akan membahayakan kesehatan sejumlah warga,” Keluhnya. Sabtu 5 November 2017. 

Terpisah Kepala Bidang Perawatan Martinus Paulus menjelaskan, terkait penanganan sampah sendiri. Pihak RSUD sudah menyerahkan ke pihak ketiga. Untuk mengangkut sampahnya agar sampah tersebut dikirim ke Surabaya guna dilakukan pemusnahan. Hanya saja sampai saat ini belum sama sekali terealisasi penanganannya. 

“Jadi soal sampah merupakan tanggungjawab pihak ketiga. Bukan, lagi pihak Rumah Sakit. ini berdasarkan kontrak kerja,” cetusnya. 

Sementara, Sekertaris GP Ansor Wilayah Halut Softan Lajame mengatakan, pihak RSUD sudah seharusnya peduli tehadap lingkungan. dalam rangka mewujudkan kesehatan dalam masyarakat. 

“Tentu RSUD dan perangkat tenaga medis. Berperan penting serta memilik tanggungjawab terhadap lingkungan. Salah satunya pengelolaan sampah,” jelas Sofyan. 

Sampah medis seperti Jarum Suntik dan Infus. kata Sofyan, adalah sisa yang dipakaikan kepada pasien pasti terdapat darah Pasien, organ organ habis operasi serta lainnya. Maka, sudah tentu memiliki dampak yang cukup besar. 

“RSUD banyak memproduksi sampah. Makanya, analisa kesehatan lingkungan perlu diprioritaskan. Karena ini menjadi sebuah syarat akreditasi RSUD,” Tutup Sofyan.

Pantauan Wartawan media ini, sampah yang ditampung dekat mesin pemusnahan tampah membumnung tinggi. Alhasil, mulai dikeluhkan sejumlah warga yang tinggal di seputaran RSUD. 

Zet

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru