POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Terindikasi Korupsi, Warga Tuada Demo Kantor Bupati

Senin, 09 Oktober 2017 | 22.06 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
Suasana aksi | Malut.Co/Ruslan Habsy

JAILOLO,MALUT.CO - Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Peduli Desa Tuada, kembali menyoalkan pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2016 yang terindikasi dugaan korupsi karena disinyalir banyak terjadi penyimpangan. 

Hal itu disampaikan melalui aksi yang dilakukan puluhan warga Tuada, di kantor bupati, Senin 9 Oktober 2017 pagi tadi.

Diantaranya, massa aksi menilai pembuatan 9 unit Gajebo (tempat santai) di lokasi pariwisata Tuada dengan anggaran yang kurang lebih, sebesar Rp 46.541.000 juta.

"Yang terealisasi baru 7 unit, dan hingga kini, tidak ada tindaklanjut," teriak Darmin Sidik, selaku korlap, dalam orasinya.

Tidak hanya itu, anggaran senilai Rp 20 juta, terkait dengan penyelesian tapal batas, juga tak kunjung selesai. Bahkan, dalam menjalankan roda Pemdes, terutama, menyangkut dengan pengelolaan keuangan diinilai tidak transparan. 

Massa aksi berpendapat bahwa hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 43 tahun 2014, sebagimana telah diubah menjadi PP nomor 47 tahun 2015, tentang keterbukaan pengelolaan DD. 

"Selama ini, Kades tidak pernah melibatkan masyarakat, baik di dusun maupun RT, dalam setiap rapat ataupun musyawarah. Ini juga jelas-jelas, bertentangan dengan Permendagri, nomor 114," teriak Darmin. 

Disamping itu, pihak Pemdes juga disinyalir, telah melakukan pungli, dengan dalil, Perdes. Padahal, sampai saat ini, belum ada Perdes yang dibuat, khusus dengan penarikan retribusi di lokasi wisata tuada. 

Setelah berorasi, hampir kurang lebih 10 menit, massa tiba di kantor bupati, dengan satu unit mobil pick up, sekitar pukul 10.30 lalu membubarkan diri dengan tertib.

Iksan Faruk, saat dikonfirmasi via handphone, mengakui bahwa masalah yang disoal, kini telah ditangani pihak inspektorat.

"Jadi semua saya kembalikan ke inspektorat saja. Menyangkut dengan massa aksi, saya hanya bisa bilang kalau mereka (massa aksi, red) belum paham," terang Iksan.

Menanggapi ini, Wabub, Ahmad Zakir Mando, saat dikonfirmasi, mengaku belum mengetahui jelas, permasalahan yang sebenarnya.

"Tapi yang jelas, saya akan turun langsung dan melakukan kroscek," katanya berjanji.

Lan

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru