POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Pemda Halbar Rekomendasi Kasus Dugaan Korupsi Tuada ke Polisi

Selasa, 17 Oktober 2017 | 23.34 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
Kantor Polisi Resort Halmahera Barat | Foto Istimewa

JAILOLO,MALUT.CO - Pemkab Halbar, akhirnya menyerahkan Laporan Hasil Penghitungan (LHP) kasus di desa Tuada, kecamatan Jailolo, Rabu, 18 Oktober 2017 ke Polres. Ketegasan penyerahan ini dilakukan setelah tim auditor inspektorat, merampungkan penyalagunaan DD, tahun 2016, sebagaimana dilaporkan masyarakat sebelumnya. 

Dari hasil audit, juga terdapat temuan, yang harus dipertanggungjawabkan pihak Pemdes hingga BPD dengan melakukan pengembalian. Ini ditegaskan langsung, Ahmad Zakir Mando, selaku Wakil Bupati (Wabub), dalam tatap muka, yang berlangsung di aula kantor desa Tuada, Selasa 17 oktober 2017 siang tadi.

Dalam tatap muka itu, Zakir tidak sendirian, melainkan didampingi kepala DPMD, Asnath Sowo, Syamsudin Senen selaku sekretaris Inspektorat, staf ahli dan assisten I serta camat Jailolo. Selain membuka hasil audit inspektorat, kehadiran Wabub dan stakeholder juga bagian dari upaya mediasi, untuk mengakhiri kisruh yang terjadi di desa Tuada.

Meski, pihak yang diduga bersebrangan, diketahui tidak sepenuhnya hadir dalam tatap muka itu, mediasi tetap dilakukan, dengan beberpa point yang telah menjadi kesepakatan bersama. Diantaranya, Iksan Faruk, selaku kades aktif dan mantan sekdes, Ismat Hi. Baici yang kini bertugas di kantor kecamatan Jailolo, agar selalu menjaga hubungan kekeluargaan di desa Tuada. 

Setelah memberikan arahan serta pembinaan terhadap masyarakat, hampir kurang lebih 30 menit, pihak yang diduga bersebrangan dengan Pemdes, tak kunjung datang. Kondisi ini lantas membuat Zakir naik pitam.

"Karena yang diundang tak kunjung datang, maka sekarang, saya akan gunakan hak kuasa dan hak perintah, sebagaimana telah dijamin dalam undang-undang. Saya cuma mo kase tau kalau LHP sekarang so ada. Karena itu, mantan sekdes, besok, ke inspektorat dan bersama-bersama ke Polres. Dan masyarakat, jangan ada yang menyesal jika warga lain tersandung kasus itu." tegas Zakir dengan nada tinggi. 

Karena itu, lanjut Zakir, pihak Inspektorat, akan menerbitkan surat rekomendasi penyerahan LHP ke Polres, untuk ditindaklanjuti secara hukum. 

"Tinggal kita lihat nanti, siapa yang benar, dan siapa yang salah, karena dari sisi etika, kita tidak mau membuka, siapa saja yang terlibat, dengan pertimbangan sisi etika. Intinya, semua kena," tegas Zakir. 

Sikap yang ditunjukan, tambah Zakir, sesuai dengan apa yang menjadi keinginan serta tuntutan warga sebelumnya.

"Karena ngoni (kalian) mau kejelasan, makanya lewat kesempatan ini, saya memperjelas, sesuai dengan tuntutan. Saya sayang karena kita semua keluarga, tapi kalau ngoni tara mau, maka saya akan gunakan hak kuasa," tambahnya. 

Tidak hanya itu, dalam kesempatan itu juga, Zakir sempat menyentil Ismat Hi Baici, mantan sekdes yang kebetulan hadir dalam tatap muka itu. Ismat, diduga kuat, adalah otak dibalik kisruh di desa Tuada.

"Untuk mantan sekdes, saya tidak tahu nama anda, akan tetapi, saya sudah telusuri anda lama. Dan hari ini saya tegaskan, terakhir bagi masyarakat Tuada melakukan aksi demonstrasi, dan anda (mantan sekdes) jadi jaminan saya, begitu juga kades aktif," tegasnya. 

Zakir juga menyatakan jika secara pribadi, dirinya juga sudah mengantongi nama oknum yang menjadi dalang, seputar kisruh di Tuada.

"Siapa yang otak, yang tukang kompor, saya sudah tahu samua. Dan saya akan laporkan ke Bupati, jika oknum ini adalah pegawai," ancam Zakir.

Terpisah, sekretaris Inspektorat, Syamsudin Senen, menyatakan, sesuai dengan instruksi Bupati dan Wabup, Rabu hari ini, pihaknya bakal mengeluarkan rekomendasi ke Polres.

"Selaku ketua tim, yang jelas, saya tidak punya kewenangan untuk membuka hasil audit secara detail. Namun, hasil dari LHP ini akan ditindakalnjuti, oleh karenanya kita akan berkoordinasi dengan Polres, sesuai hasil kesepakatan bersama dengan Bupati dan Wabup," singkatnya. 

Sebelumnya juga, aksi tandingan dari masyarakat desa Tuada juga sempat digelar di depan kantor bupati Selasa pagi kemarin. Namun, tidak berselang lama, massa yang menumpangi satu unit truk dilengkapi sound system langsung membubarkan diri, setelah mengetahui, agenda kunjungan Wabub ke Tuada.

Meski baru membubarkan diri, puluhan massa aksi kemarin, tidak terlihat hadir dalam tatap muka kemarin. Sementara, kehadiran Zakir beserta stakeholder kemarin, mendapat pengawalan ketat, baik dari pihak Satpol maupun Polres Halbar.

Lan

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru