POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

PDAM Abai, Air Bercampur Debu Vulkanik Jadi Solusi

Rabu, 25 Oktober 2017 | 18.33 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
Iksan Hamiru | Malut.Co/Mufrid Tawari

TOBELO,MALUT.CO - Sebulan sudah, separuh warga yang tinggal di seputaran  Tobelo Utara, tak lagi menikmati air bersih dari Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Utara (Halut). 

Sehingga oleh Sejumlah warga yang tinggal di Desa Gorua Selatan, Gorua, Gorua Utara dan Popilo, Kecamatan Tobelo Utara mau tak mau harus mengkonsumsi Air sumur yang telah bercampur debu Vulkanik dari Gunung Dukono. 

Iksan Hamiru (31), salah satu warga desa Popilo mengatakan, karena sudah sebulan air dari PDAM sudah tak lagi disalurkan. maka, sementara ini dirinya dan sejumlah warga beralih  mengkonsumsi  air sumur yang sudah bercampur debu dari Gunung merapi Dukono. 

“Meskipun Kotor tetap kami konsumsi. Jika tidak, kami mau pakai air yang mana?" Keluh Iksan Hamiru. Rabu, 25 Oktober 2017.  

Sejauh ini, Iksan menilai, pelayanan PDAM khusus Halut sangat buruk. Buktinya, soal krisis air bukan hanya terjadi kali ini. Namun sudah berulang ulang kali. Bahkan, sudah berlangsung berbulan bulan. 

“Saya harap Direktur Utama (Dirut) PDAM harus dievaluasi. Jangan sampai warga dirugikan lebih besar lagi,” Aku Iksan. 

Berbeda, Kepala Desa Gorua Utara Arifin Laaga mendesak agar secepatnya mencopot Dirut PDAM. Karena sampai saat ini sejumlah warganya tidak tahu alasan yang jelas kenapa sudah sebulan PDAM tidak menyalurkan air? Bahkan, Dia (Dirut) seakan akan lari dari tanggung jawab. 

“Sudah cukup warga kami diperlakukan seperti ini!” tegas Arifin.

Sementara itu, Sekertaris Pemuda Ansor Halut, Sofyan Lajame mendesak agar Pemerintah Daerah (Pemda) jangan Hanya diam melihat derita warga saat ini. Harusnya, Pemda sudah ambil langkah jangan menunggu ada korban baru ambil tindakan.

“Bagi saya Dirut harus dicopot. Jangan sampai memakan korban masyarakat lebih banyak lagi,” Singkat Sofyan. 

Zet

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru