POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Naser Robo, Akui Sosialisai Investasi Kelapa Genja Tanpa Penggusuran

Selasa, 24 Oktober 2017 | 21.20 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
Naser Robo  | Foto Istimewa

TIDORE,MALUT.CO – Pengakuan Pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) baik disampaikan oleh wakil Walikota Kota Tikep Muhammad Sinen, Kepala Dinas Pertanian Imran Jasin, Maupun kepala Kelurahan Akelamo Soleman Nuhu, yang kerap menyebut bahwa aktivitas pelaksanaan PT. Tidore Sejahtera Bersama, di kelurahan Akelamo sudah sesuai dengan tahapan sosialisasi, bahkan juga sudah disetujui oleh masyarakat pengguna lahan melalui surat pernyataan resmi. Mendapat pandangan berbeda dari Naser Rabo salah satu Anggota DPRD Tikep Asal Kelurahan Akelamo, dihadapan sejumlah awak media, Naser membongkar seluruh tahapan sosialisasi yang dijalankan oleh Pemerintah daerah Kota Tikep.

Dimana menurut dia, dalam sosialisasi awal yang juga di ikuti oleh dirinya, sesungguhnya tidak ada yang namanya penggusuran seperti yang kini dilakukan PT. Tidore Sejahtera terhadap tanaman warga yang luasannya sudah mencapai 53 Ha, melainkan akan menjadikan tanaman Kelapa Genja sebagai tanaman sela di setiap tanaman warga.

“Sosialisasi awal itu memang tidak seperti yang terjadi saat ini, karena Awalnya itu hanya dibicarakan soal kelapa Genja akan dijadikan tanaman sela, karena prosesnya itu memiliki kesamaan dengan pohon aren, dimana air niranya akan disedot langsung melalui buahnya untuk pembuatan Kecap, seperti proses pengambilan air aren untuk pembuatan Gula Merah,” Tutur politisi Partai Golkar itu sembari mengaku bahwa dirinya juga dibesarkan melalui hasil Pohon Aren.

Untuk itu, atas nama masyarakat Akelamo, Naser yang juga merupakan mantan Kepala Desa Akelamo itu berharap agar Pemerintah Daerah Kota Tikep segera menyelesaikan ganti rugi tanaman warga yang telah di gusur, sehingga dengan begitu masyarakat Akelamo tidak lagi di rugikan.

“Seharusnya Lurah mampu menjelaskan substansi masalah yang menjadi kesepakatan awal, dimana masyarakat berkeinginan untuk adanya program pemukiman sebanyak 200 unit, agar pimpinannya bisa mengerti sehingga tidak mengambil kebijakan sepihak, olehnya itu saya berharap langkah dari Lurah ini, mau tidak mau harus dievaluasi agar masalah ini tidak berkepanjangan, sebab salah satu masalah penting di Akelamo itu juga termasuk program pemukiman yang di janjikan ke masyarakat sebelum adanya kelapa Genja,” Tambahnya saat ditemui di ruangan Komisi III DPRD Kota Tikep, Selasa, 24 Oktober 2017 siang tadi.

Red

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru