POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Kades Terpilih Togoliua Bakal Dipolisikan

Senin, 30 Oktober 2017 | 21.05 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
Suasana protes warga | Malut.Co/Mufrid Tawari

TOBELO,MALUT.CO - Protes warga atas dugaan Ijazah palsu milik Sunarto Hamam, Kepala Desa Togoliua, Kecamatan Tobelo Barat, Halmahera Utara (Halut), yang baru saja terpilih terus berlanjut.  

Buktinya, Senin (30/10) pagi tadi, sejumlah warga Desa Togoliua menggelar aksi di depan Kantor Bupati Halut. Dalam aksinya itu, warga menuntut agar Bupati segera mengeluarkan surat pembatalan pelantikan terhadap Sunarto. 

“Bupati harus segera keluarkan surat pembatalan pelantikan Sunarto. Karena telah melakukan pelanggaran menggunakan Ijazah Palsu,” teriak Hujail selaku Koordinator Aksi dalam orasinya.

Hujail mengungkapkan, seharusnya ijazah SMP Sunarto itu dari SMP Islam bukan SMP Negeri 1 Tobelo. Karena waktu itu dia (Sunarto), sudah pindah sekolah. 

Tak hanya itu, Ijazah paket C pada jenjang sekolah menengah milik Sunarto juga dipalsukan. Bahkan Dinas Pendidikan Halut telah mengeluarkan Ijazah itu namun bukan ditandatangani oleh Pitson J. Kutani, selaku kepala dinas kala itu.

“Kami punya bukti yang jelas. Maka besok kasus ini akan kami laporkan ke Kepolisan agar diproses lebih lanjut,” ungkapnya. 

Berdeda dengan Hujail, menurut Ilyas Kaiyeli, yang juga salah satu warga Togoliua mendesak Bulati segera mencopot Nyoter J Koenay dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halut. Karena diduga meloloskan kandidat kades yang gunakan Ijazah palsu.

“Kami menduga Nyoter sudah masuk angin makanya dicopot saja,” cetus Ilyas dengan nada tinggi. 

Aksi yang berlangsung beberapa jam itu berujung tatap muka. Antara pendemo dan pihak DPMD. 

Zet

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru