POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Dinilai tidak 'Beretika' Samad Polisikan Anggota DPRD Halbar

Selasa, 10 Oktober 2017 | 16.03 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
Saat menyampaikan laporan | Malut.Co/Ruslan Habsy

JAILOLO,MALUT.CO - Samad Hi Moid polisikan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Djufri Muhammad dan anggota Komisi I Frangki Luang karena dinilai mencemarkan nama baik sesama anggota DPRD saat berkomentar dalam postingan di media sosial facebook.

Samad saat mendatangi Polres Halbar Selasa 10 Oktober 2017, menyampaikan secara resmi laporkan pencemaran nama baik yang dilakukan kedua anggota DPRD itu karena dengan sengaja mengomentari sesuatu yang dinilai merugikan pihaknya.

Samad saat ditemui Malut.co di Mapolres Halbar siang tadi menyesalkan sikap kedua anggota DPRD, dimana sebagai figur publik tidak etis menggunakan media sosial sehingga dapat melukai perasaan hingga menyebabkan adanya pencemaran nama baik orang lain. Harusnya komentar yang dilontarkan kedua anggota DPRD itu masuk jeratan hukum. Karena DPRD sebagai legislatif seharusnya lebih taat hukum dibanding masyarakat.

Terlebih lanjut Samad, mengatakan, bahwa anggota DPRD itu adalah anggota komisi I yang membidangi hukum dan pemerintahan, tentunya harus memberi contoh kepada masyarakat cara berdiskusi yang baik dalam setiap komentar di media sosial.

"Dorang ini kan komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan. Kalau modelnya seperti itu bagaimana masyarakat bisa berkoordinasi terkait pelanggaran hukum yang dialami masyarakat." Keluhnya.

Kronologis hingga adanya laporan itu bermula seorang pengguna media Sosial Facebook atas nama Fangare Sul memosting berita dengan Judul "Samad Dukung Program tanam Jagung Bupati Danny Missy" di group FB Halmahera Barat Jum'at 6 Oktober 2017.

Postingan itu menggundang kedua anggota DPRD itu masuk mengisi komentar. Namun dalam komentar itu menuding Samad mencari perhatian bupati Danny Missy, maka Samad H Moid, yang juga anggota DPRD Halbar tiga periode merasa tak puas maka di laporkan ke polisi sebagai tindakan pencemaran nama baik dan perlakuan tidak menyenangkan.

"Dia itu Cuma cari muka." tulis Frangki Luang di dalam komentar Fangare Sul terkait judul berita Samad Dukung program tanam Jagung bupati tersebut.

Sementara Djufri Muhammad yang mengisi komentar itu dengan menyebut "Setelah cari muka dia cari belakang." 

Kasat resrim Polres Halbar AKP Said Aslam, mengaku laporan yang disampaikan oleh Samad, nanti ditindaklanjuti dalam berbagai model. Karena biasanya kasus penanganan pencemaran nama baik akan berakhir dengan pencabutan laporan oleh terlapor. Dengan itu, yang diajukan oleh Samad akan dibuat lebih awal dalam bentuk pengaduan.

Pasalnya, polisi akan melakukan mediasi terkait penyelesaian secara kekeluargaan. Jika mediasi tidak melahirkan hasil baru di naikkan untuk diproses.

"Karena biasa kasus pencemaran yang melibatkan seorang pejabat kelak berakhir dengan pencabutan perkara oleh pelapor. Jadi sebelum torang melangkah kerja harus di dahului dengan cara mediasi." Ucapnya.

Sementara terpisah anggota DPRD Halbar komisi I, Frangki Luang, saat dikonfirmasi via WA belum dapat memberi komentar karena handphone tidak aktif. Sedangkan ketua komisi I DPRD Halbar Djufri Muhammad kepada malut.co via Whastap, mengaku tulisa yang dibuat itu hanya sekedar bercanda karena ada sejumlah komentar awal dalam postingan itu yang menyinggung cari muka sehingga dirinya menambahkan kalimat komentar bahwa setelah cari muka abis cari belakang.

"Ada cari komentar yang itu mo lia ulang, kayaknya itu bercanda saja. Maksudnya ada yg komentar di atasnya "Samad cari muka" terus saya bagara begini," cari muka abis cari belakang " maknnya menurut saya jangan cuma liat sukses panen jagungnya tapi liat di belakang masyarakat banyak mengeluh mau jual kemana begitu." Jelas dalam pesan WAnya.

Bahkan dia menilai persoalan itu tidak elok jika dilaporkan ke polisi karena pak Samad boleh meminta diklarifikasi jika komentar tersebut dinila menyinggung.

"Saya pikir jangan dinilai lebihlah, tidak elok kalau hanya masaalah itu di polisikan. Pak Samad bisa minta klarifikasi langsung ke saya, dan kalau beliau tersinggung sebagai seorang adik saya minta maaf." Ucapnya. 

Lan

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru