POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Prof Huzaemah Sampaikan Tuntunan Al-Qur'an Dalam Bermedsos

Sabtu, 26 Agustus 2017 | 15.50 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
 
Sejumlah warga mengakses media sosial melalui telepon pintar | ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

JAKARTA,MALUT.CO-Rektor Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Prof Huzaemah Tahido Yanggo menyampaikan tuntunan Alquran berkenaan dengan penggunaan media sosial dalam orasi ilmiahnya pada wisuda ke-18 IIQ di Gedung Graha Widya Bhakti Puspitek Tangerang Selatan, Sabtu.

"Dalam Al-Qur'an ditemukan beberapa kata kunci tentang komunikasi negatif. Kata kunci ini pada saat yang sama juga mengisyaratkan tentang pentingnya sikap hati-hati, mawas diri, dan cerdas literasi tentang media sosial," kata Huzaemah.

Kata kunci pertamanya, menurut dia, "qaul zur" yang berarti perkataan buruk atau kesaksian palsu. Termasuk dalam kategori ini adalah memperindah suatu kebohongan atau tazyin al-kizb.

"Kesaksian palsu merupakan dosa besar, sama dengan dosa syirik," kata Huzaemah, serta menjelaskan bahwa dalam Alluran Surah Al-Hajj Ayat 30, perintah menjauhi qaul zur disampaikan bersamaan dengan larangan menyembah berhala.

Kata kunci dalam komunikasi negatif yang kedua, tajassus dan ghibah. Tajassus artinya mencari-cari kesalahan orang lain, sementara ghibah adalah membicarakan aib atau keburukan orang lain.

Mengutip Surah Al-Hujurat ayat 12, Huzaemah mengatakan para ulama sepakat bahwa mencari kesalahan orang lain dan menggunjing termasuk dosa besar dan para pelakunya harus segera bertaubat dan meminta maaf kepada orang yang bersangkutan.

Selanjutnya ada namimah yang berarti mengadu domba atau memprovokasi, yakni membawa suatu berita kepada satu pihak dengan maksud mengadu domba dengan pihak lain.

"Sebaiknya kita berhati-hati ketika mendapatkan berita melalui media sosial. Jangan buru-buru men-share berita-berita yang belum diketahui kebenarannya. Jika diketahui kebenarannya perlu ditimbang apakah berita tersebut membawa manfaat atau justru mendatangkan madarat," kata Huzaemah.

Kata kunci keempatnya, menurut dia, sukhriyah yang berarti merendahkan atau mengolok-ngolok orang lain.

"Alquran Surah Al-Hujurat ayat 11 melarang orang beriman laki-laki atau perempuan mengolok-olok satu dengan yang lainnya. Boleh jadi yang diolok-olok lebih mulia di sisi Allah," kata Huzaemah dalam acara Wisuda ke-18 IIQ yang dilangsungkan bersamaan dengan peringatan ulang tahun ke-40 berdirinya kampus itu

Sumber : Antara.com/Sigit Pinardi

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru