POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Tarian Halbar Bakal Ditampilkan di Festival Europalia

Selasa, 13 Juni 2017 | 05.31 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
[caption id="attachment_2866" align="alignnone" width="600"] Foto bersama antara Firnandi Gufran, salah satu pejabat di Deputi Promosi Pariwista, Kementerian Pariwisata RI, pejabat dari KBRI di Belgia serta wartawan media RTBF Belgia | Lan-Malut.Co[/caption]

JAILOLO,MALUT.CO-Tarian kontemporer khas Jailolo karya Eko Supriyanto, Cry Jailolo, Bala-Bala dan Salt, bakal ditampilkan di Festival Europalia Oktober 2017 mendatang.


Kepastian tersebut terlihat dari kunjungan Firnandi Gufran, salah satu pejabat di Deputi Promosi Pariwista, Kementerian Pariwisata RI bersama pejabat dari KBRI di Belgia serta wartawan media RTBF Belgia, di Jailolo, Senin 12 Juni 2017.


Tujuan kunjungan Firnandi bersama rombongan untuk melihat dari dekat proses latihan para penari Bala-Bala dan Cry Jailolo, yang dipusatkan di Villa Gaba, Guaemaadu, Jailolo. Kunjungan Firnandi dan rombongan tersebut merupakan rangkaian, dari program Familiarization trip for RTBF, yang di gagas oleh KBRI di  Belgia dan Kementerian Pariwisata RI.


Rombongan tersebut akan mengunjungi beberapa daerah di wilayah Timur Indonesia yakni Bali, Manado, Ternate, Jailolo dan Toraja. Untuk memantau persiapan masing-masing peserta menyongsong festival Europalia.


Bupati Halmahera Barat, Danny Missy, saat di wawancarai crew RTBF di kediamannya di Acango, Jailolo, mengatakan, pihaknya sangat mendukung program pemerintah pusat dalam menyukseskan festival Europalia oktober mendatang.


"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memilih tarian Bala-Bala, Cry Jailolo dan Salt sebagai bagian dari program menyukseskan festival Europalia, harapan kami, melalui festival ini, Halmahera Barat kian dikenal masyarakat dunia," ucapnya.


Danny pun berjanji akan mengundang Pemerintah Belgia, untuk menghadiri Festivak Teluk Jailolo 2018 mendatang.


Sekedar diketahui, festival Europalia merupakan festival seni budaya terbesar di daratan Eropa. Kegiatan ini merupakan kegiatan dua tahunan, yang digelar selama empat bulan di delapan negara.


Tahun ini adalah tahun ke 26 festival ini digelar, yang membuat festival ini istimewa bagi negara Indonesia, karena kita menjadi tamu kehormatan, dimana Presiden RI Joko Widodo mendapat kesempatan membuka acara ini bersama Raja Belgia, Pemerintah Indonesia berjanji akan tampil all out, untuk mempromosikan keragaman budaya bangsa Indonesia.


Lan/Aan


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru