POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Tak Terima Penyakit, Patras Akhiri Hidup

Sabtu, 10 Juni 2017 | 00.05 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
[caption id="attachment_2761" align="alignnone" width="600"] Proses evakuasi Korban oleh warga sekitar | Foto Istimewa[/caption]

JAILOLO,MALUT.CO- Patras Sabulai (70), Warga desa Tedeng kecamatan Jailolo, Jumat 9 Juli 2017, ditemukan gantung diri di pintu rumah. Korban diduga bunuh diri karena frustasi dengan penderitaan penyakit mata (katarak), yang tak kunjung sembuh diobati.


Kejadian itu diketahui oleh salah seorang kerabat, Dessy Sang (19) berkisar pukul 05.00 pagi. Dessy kaget dan berteriak saat melihat korban tidak lagi bernyawa dan tergantung di pintu belakang rumah. Teriakan Dessy sontak membuat kaget seisi rumah termasuk tetangga kemudia mereka datang menghampiri jenazah.


Sekitar pukul 06.00 wit,  korban langsung dimasukan ke dalam kamar oleh pihak keluarga karena Erna Sabulai (Anak korban) (45)  tidak tega melihat sang ayah tergantung tak bernyawa menjadi tontonan. Ia lalu meminta tolong kepada tetangga rumahnya, Oktovianus Kasopa melepas tali ikatan leher lalu mayat dibaringkan di tempat tidur.


Rencananya, sore ini jenazah akan disemayamkan di pemakaman desa Tedeng kecamatan Jailolo. Tampak kesedihan menyelimuti, walau begitu keluarga tak ingin berburuk sangka. Mereka mengakui kejadian itu murni bunuh diri.


"Bapak ini setiap saat mengeluh dengan kondisi mata yang  tidak pernah sembuh dari pengobatan. Maka itu, dia mungkin bunuh diri karena stres dengan kondisi matanya. Jadi mau bagaimana lagi kalau kondisinya sudah seperti begini." Kata Erna Sabulai (Anak Korban), pada Wartawan.


Kapolres Halbar, AKBP Bambang Widianto, pada Wartawan ini membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).


Lan/Aan


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru