POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Model Kepemimpinan Danny Missy Dikritisi

Senin, 12 Juni 2017 | 13.46 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
[caption id="attachment_2849" align="alignnone" width="482"] Syukur Mandar | Foto Istimewa[/caption]

JAILOLO,MALUT.CO-Mantan Calon Bupati Halmahera Barat (Halbar), Syukur Mandar, kritisi model kepemimpinan Bupati Halbar Danny Missy. Arah kepemimpinan Danny dinilai tak jelas.


Hal itu dikatakan Syukur Mandar, saat menghelat silaturahmi bersama Masyarakat Halbar di depan hotel d'hoek desa Hatebicara kecamatan Jailolo, Minggu 11 Juni 2017, malam tadi.


Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta itu, manajemen kepemimpinan Danny, dijamin tidak akan mampu membangun Halbar yang lebih baik. Karena pengelolaan anggaran misalnya, tidak searah dengan aplikasi di lapangan.


Syukur mencontohkan semangat perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) oleh Danny belakangan berbeda dengan apa yang terjadi. OPD tidak seharusnya ditambah. Sebab, jika dirampingkan maka beban anggaran terhadap belanja instansi akan berkurang dan sehingga anggaran bisa dialihkan untuk pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya.


Syukur juga menilai, kepemimpinan Danny tidak terbuka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD). Masyarakat membutuhkan dokumen publik tersebut. Oleh karena itu APBD tidak wajar disembunyikan.


"Bagaimana pak Danny bisa bilang APBD akan setiap saat dipublis ke koran. Padahal, dokumen itu meski anggota DPRD sekalipun membaca setahunpun tidak akan habis karena dokumen itu sangat tebal," Ucapnya.


Syukur juga menyoroti semangat Danny dalam membangun bandara Kuripasai dan penanaman jagung. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat jauh dari apa yang diharapkan masyarakat Halbar.


Kebutuhan masyarakat terhadap Bandara Kuripasai mendesak, tapi di sisi lain pembangunannya terhambat pembebasan lahan.


"Jika dipaksakan maka warga yang memiliki lahan akan menjadi korban," jelas Syukur.


Sementara penanaman jagung sangat tidak efektif mendongkrat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, Danny dinilai memonopoli sistem kekuasaan karena seluruh proyek dikuasai oleh kelompok tertentu.
Dipastikan masyarakat akan miskin dengan adanya kekuasaan.


"Jangan gunakan sistem kekuasaan untuk menopoli sesuatu saat sedang kepemimpinan," himbaunya.


Di tengah berbagai masalah tersebut, Danny dinilai gemar melakukan perjalanan ke Jakarta dan hampir tidak berada di daerah.


Syukur berharap, masyarakat tidak menjadi korban dengan ulah penguasa yang lemah dalam sistem kepemimpinanya.


Lan/Aan


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru