POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

HIRI, Merdeka Dari Kegelapan

Kamis, 15 Juni 2017 | 14.24 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
[caption id="attachment_2978" align="alignnone" width="600"] Sultan Ternate, Alm. Mudaffar Sjah, saat rehat di pantai Sulamadaha sambil menatap Pulau Hiri | Foto Istimewa [/caption]

Laporan : Junaidi Dahlan
Editor     : Firjal Usdek


"Hiri ge Ternate ma RAHASIA, afa no si poga, ruka gasa Kolano se momole buku tomdi"  ungkapan Sultan Ternate Alm. Mudaffar Sjah dalam percakapan singkat dengan penulis di buku bandera 16 Mei 2005.


"Lampu Riha gamam se nantaika ne ge doka  duka i waje, Mancia Hiri Kara Merdeka (dengan hadirnya lampu yang beroperasi 24 jam di pulau Hiri ini, bisa disebutkan kalau Pulau Hiri baru merasakan Kemerdekaan),” ujar Kasim Adjidji Kasim Adjidji (76), warga Kelurahan Dorari saat menuturkan kisah pilu Warga Hiri Dorari Isa melewati  masa-masa gelap kala itu. 


Sambil mengusap air mata, lelaki paru baya yang akrab disapa Om Kasim berkata "Kalau carita ngom na ahu ne toma poci madaha ge ongo lili, talalu singsara (Jika mengisahkan hidup kami hanya dengan pelita kala itu, berlinang air mata, terlalu Pahit)"kata pria yang pernah menjadi pejuang melawan pemberontakan Abdul Kahar Muzakkar 1950-an di Sulawesi Selatan. 


[caption id="attachment_2979" align="alignnone" width="600"] Kasim Adjidji (Menggunakan Peci) dan Anaknya Sudarto Adjidji saat menikmati sisa hidangan batal puasa dirumahnya | Junaidi Dahlan[/caption]

Pulau Hiri memiliki luas wilayah 12,96 kilometer. Pulau yang terletak di barat daya Pulau Ternate tersebut memiliki 6 kelurahan, yakni, Hiri Dorari Isa, Tafraka, Togolobe, Mado, Faudu, dan Tomajiko. 


Meski dari Ternate hanya ditempuh dengan waktu 15 menit, Pulau Hiri cukup lama diselimuti kegelapan. Adapun beberapa warga sempat memiliki penerangan sendiri namun tak berlangsung lama, karena harga bensin dan solar yang mahal untuk mesin genset.


[caption id="attachment_2985" align="alignnone" width="600"] Proses angkut Transformator Listrik untuk PLN Hiri dari pelabuhan penyebrangan Sulamadaha ke Pulau Hiri | Foto Istimewa[/caption]

Sebelumnya, di Kelurahan Dorari Isa memiliki mesin generator yang digunakan untuk penerangan malam, namun itu hanya sampai jam 10 malam. Kini, dengan keberadaan Perusahan Listrik Negara, warga Dorari Isa sudah bisa menikmati listrik 24 jam.


Warga Hiri sangat senang, Kasim juga menyampaikan Terimah Kasih kepada pemerintah Kota Ternate dan PLN yang telah berupaya keras membantu hingga masyarakat Hiri dapat menikmati Listrik 24 jam. 


Kasim berharap, agar pihak PLN dapat menambah daya dari standar yang sudah dipasang 453 Volt serta bisa menggunakan Listrik Pulsa agar memudahkan proses pembayaran. 


Sistem kelistrikan pulau Hiri dikelola oleh kantor pelayanan, yang merupakan salah satu perusahan milik PLN Area Ternate, dengan daya 180 KW,  beban 85 KW, cadangan 75 KW dengan total jumlah pelanggan 453 yang menggunakan layanan listrik pra bayar.


[caption id="attachment_2980" align="alignnone" width="600"] Kantor PLN Hiri | Foto Istimewa[/caption]

Sementara Ketua RT 01 Kelurahan Tafraka, Fani Soleman, menyambut gembira dengan hadirnya Listrik di pulau Hiri, ini sangat membantu usaha fotocopy-nya. 


"Saya bersyukur karena dengan adanya listrik, usaha fotocopy bisa berjalan dengan baik tanpa meluarkan uang untuk beli bensin setiap hari. Jika tidak saya harus bolak-balik ke kota, menghabiskan bensin 2 liter setiap harinya untuk melayani pelanggan," tutur Fani.


[caption id="attachment_2982" align="alignnone" width="600"] Ketua RT 01 Kelurahan Tafraka, Fani Soleman | Junaidi Dahlan[/caption]

Fani menyatakan, dengan adanya listrik, efektivitas proses belajar mengajar di Pulau Hiri bisa berjalan maksimal.  Anak-anak bisa punya waktu belajar lebih lama pada malam hari.


"Kami sudah lama sekali menunggu kapan kegelapan ini berakhir? hari ini kami langsung lupa masa gelap itu begitu listrik masuk dan menyala di Kelurahan kami," tutup Fani.


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru