POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Cemari Lingkungan, Warga Keluhkan Aktivitas Truk Proyek Irigasi

Sabtu, 03 Juni 2017 | 04.21 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
[caption id="attachment_2441" align="aligncenter" width="600"] Akses jalan di Desa Jalan Baru | Lan-Malut.Co[/caption]

Jailolo,Malut.co-Aktivitas angkutan material proyek irigasi Lolori-Toboso, milik PT Bina Bangun Sakti dan PT Idial Kontraktor dinilai mencemari lingkungan. Pasalnya, aktivitas pengangkutan material membuat jalan menjadi kotor dan sangat berdebu.


Dalam pantauan malut.co, Jum'at 2 Juni 2017, akses jalan raya kawasan gunung Empat Saudara, desa Hoku-Hoku Kie kecamatan Jailo, tepatnya kebun pohon Jati milik pengusaha Hengki Polisar, setiap hari berdebuh disaat terkena sinar matahari dan menjadi becek saat musim hujan.


"Setiap hari jalan berdebu dan becek di kawasan ini, apalagi saat bertepatan dengan mobil proyek yang melintas, maka kita akan makan debu bahkan kotoran becek karena cuaca di Halbar pagi panas matahari dan sore musim hujan."Ucap Dedi salah satu warga Halbar yang melewati jalan itu saat hendak ke lokasi wisata pantai desa Marimabati.


Hal senada disampaikan Surhaman, debu tebal dijalanan itu pernah dikeluhkan sehingga beberapa kali dibersihkan oleh kontraktor pemenang tender. Namun, pembersihannya tidak rutin dilakukan sehingga jalan semakin berdebu dan berbecek bila terkena air, karena aktivitas pengangkutan material setiap harinya cukup tinggi.


Sementara salah satu kontraktor PT, Megamas, Halfred, yang juga melakukan aktivitas yang sama, mengerjakan proyek sirtu kawasan jalan desa Hoku-hoku, pada wartawan, ia tidak ingin disoroti media terkait persoalan proyeknya. Masalah keluhan warga terkait aktivitas tersebut, lanjut dia, ditanyakan langsung ke perusahaan yang memegang proyek irigasi Lolori-toboso.


"Memang kemarin jalanan kotor karena mobil perusahan kami juga lewat. Tapi sudah dibersihkan. Jadi nanti masalah kotoran itu ditanyakan ke perusahaan lain yang juga beraktivitas lewati jalan itu."Ucapnya seraya meminta wartawan tidak mempublis perusahaanya terlibat mengotori jalan umum.


Sedangkan kontraktor kedua perusahaan pemenang tender proyek irigasi lolori-Toboso, hingga kini belum dapat ditemui wartawan.


Terpisah kepala Dinas PU-PER Halbar, M Yusuf, mengaku akan memberikan nomor seluler kontraktor kedua perusahaan itu, namun hingga kini belum berhasil diperoleh." iya pak Lan nanti saya kasih," Katanya kepada malut.co.


Lan/Aan


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru