POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Bocah Cantik Tenggelam, Tinggalkan Luka Mendalam

Jumat, 16 Juni 2017 | 10.01 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
[caption id="attachment_3015" align="alignnone" width="600"] Isti, Korban Tenggelam saat disemayamkan | Mufrid Tawary[/caption]

Laporan : Mufrid Tawary
Editor     : Firjal Usdek


"Isti maafkan Papa. Semoga Isti bahagia di Sana," ujar Sugiono Hi Tengku Ali, setelah sehari ditinggal anak tercinta. Bocah mungil nan cantik berumur dua tahun itu menghebuskan nafas terakhir lantaran tenggelam di Pantai Desa Gorua, Kecamatan Tobelo Utara. Rabu 14 Juni. Pukul 11.00 WIT.  Siang kemarin.


Sekadar diketahui, khusus lokasi pantai Desa Gorua, terhitung suda 5 anak usia belia yang meninggal karena tenggelam.


Saat ditemui malut.co, Kamis 15 Juni 2017, di rumah duka, Sugiono tak henti-hentinya meneteskan air mata. Rasa penyesalan Sugiono tak bisa dibendung karena tak bisa mendampingi anaknya di saat-saat terakhir lantaran tengah mengikuti ujian ahir semester, di Universitas Halmahera (Unira).


Menurut Sugiono, Isti adalah sosok bocah yang pendiam, pandai serta penurut. Meskipun terbilang belia, apapun dikatakan bapaknya selalu saja dituruti. "Isti anak yang baik," tutur Sugiono.


Diceritakan, awal kejadian kepergian Isti. Rabu, 14 Juni. Pukul 08.00. Ketika Sugiono hendak pergi ke kampus, istrinya Hayati (39), mengajak Isti pergi ke rumah mertuanya untuk membuat kue lebaran. Di rumah mertua. Sesampainya di rumah mertua, Isti ditemani bermain sama kakaknya Najwa (12). Tanpa sepengetahuan Sang Ibu, Najwa mengajak Isti bermain di pantai. Sesampai di pantai, Isti lantas ditinggal bermain sendiri. Sementara Najwa memilih main sama teman sebayanya.


Ditinggal sendiri, Isti lalu pelan-pelan berjalan mendekati pantai. Seketika Isti terpleset dan jatuh ke dalam laut. Selang beberapa menit, Isti terlihat terapung tak bernyawa lagi. Najwa yang saat itu lagi asyik bermain, tiba-tiba melihat dan langsung berteriak histeris.


Warga yang mendengar teriakan histeris itu langsung datang membantu, korban di gendong menuju rumah.
"Karena nyawa Isti sudah tak tertolong. Maka pihak keluarga memutuskan tidak membawa ke rumah sakit," aku Sugiono kepada Malut.co.


Terpisah kepala Desa Gorua Tenggah, Juwanda tampak larut penuh duka atas meninggalnya Isti. "Tetap Sabar dan tabah buat keluarga yang ditinggal," tuturnya. Kamis 15 Juni. Kepada malut.co. Ia juga meminta kepada masyarakat agar kiranya lebih memperhatikan anak-anak saat bermain di pantai. Atau jangan di bawah dekat pantai apalagi anak yang usia belia. "Saya minta tolong awasi anak-anak kita. Supaya musibah seperti ini tidak terjadi lagi," harapnya.


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru