POLHUK

NASIONAL

PEDAGOGI

EKBIS

OPINI

Radikalisme Mengancam Malut, Halut Jadi Sasaran ISIS

Rabu, 31 Mei 2017 | 09.10 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
[caption id="attachment_2176" align="aligncenter" width="600"] Ilustrasi Lawan Terorisme | Foto Istimewa[/caption]

Ternate,Malut.Co-Maluku Utara rentan menjadi sasaran organisasi radikalisme dari kelompok Islamic State Of Irak And Syiria (ISIS), yang kabur lewat Filipina. Kabupaten Halmahera Utara menjadi salah satu pintu masuk yang harus diwaspadai.


"Polda sudah berkordinasi dengan instansi terkait, untuk melakukan antisipasi terhadap masuknya ke 11 orang buronan tersebut," katak Kabag Humas Polda Malut, Hendry Badar, Selasa 30 Mei 2017, saat ditemui di kantor, Ternate.


Sebelumnya, beredar informasi terkait dengan 11 orang warga negara Indonesia diduga terlibat dalam Inseden Marawi City Filipina. Mereka telah melarikan diri dan kemungkinan besar balik ke Indonesia.


Wilayah Maluku Utara, bisa menjadi pintu masuk bagi 11 Buronan yang di duga ISIS tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya telah berkordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Polres, Korem, Imigrasi, dan muspida untuk tetap berhati-hati dalam mengontrol wilayah provinsi Maluku Utara.


“Mereka bisa saja masuk melalui pentu-pintu seperti pelabuhan laut dan pelabuhan udara. "Kita di Maluku Utara ini termasuk mudah bagi meraka, karena secara keseluruhan menjadi sasaran pintu masuk buat mereka,” Tandasnya.


Sementara di Tobelo, Dandim Kodim 1508 Tobelo Letkol, Arh Herwin Budi Saputra mengatakan, daerah pesisir seperti Galela Utara, Kecamatan Kao dan Malifut menjadi sasaran masuk kelompok ISIS. "Kami dan seluruh elemen penegak hukum, berkomitmen bekerja keras mengatasi masuknya ISIS di Halut,” Tegasnya


[caption id="attachment_2177" align="alignnone" width="600"] Ilustrasi Lawan Terorisme | Foto Istimewa[/caption]

Penyuluhan.


Sementara di Kote Tidore Kepulauan, penyeluhan di masyarakat, instani hingga di sejumlah sekolah gencar dilakukan sebagai pencegahan paham radikalisme. Langkah ini menjadi rangkaian operasi bina waspada


"Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, yakni 29-30 Mei 2017, untum wilayah Kecamatan Tidore dan Tidore Timur kita turunkan personil sebanyak 6 personil yang memiliki kemampuan dalam penyampaian tentang bahaya paham radikal," Kata Kapolsek Iptu. La Badau.


Dalam upaya melakukan penyuluhan Operasi Bina waspada, tambah Kapolsek, kepolisian meminta dukungan semua pihak baik masyarakat, pemerintah, ormas dan lembaga lainnya dan terpenting para Wartawan.


Kapolsek Tidore menghimbau kepada masyarakat agar dapat membentengi dirinya dengan ilmu pengetahuan terkait pemahaman agama dan budaya dengan baik, agar paham-paham radikalisme ini tidak dapat mempengaruhi masyarakat atau pihak lain.


Zet/Lhy/Fah/Aan


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru